header image

BROWNIES KUKUS CHOCOLATE YUMMY..

Posted by: windy13 | October 21, 2009 | 1 Comment |

Alhamdulillah… Rasa puas dan senengnya setelah sukses bikin bolkus kemarin (heheh.. kasian ya saya) memotivasi diriku untuk lebih giat dan giat lagi mencoba resep-resep lainnya untuk ditaklukkan..

Kemudian pilihanku jatuh ke Brownies Kukus, karena tentu saja alasannya hanya satu, tidak punya oven. Jadi mau tak mau, main kukus-kukusan saja dululah…

Dari kapanan mau melengkapi bahan-bahan tidak bisa, karena tidak bisa bergerak kemana-mana. Kemarin, dengan memaksa si Mumun kami ambil paksa dari bengkel, karena bila tidak maka urusan jemput menjemput anak sekolah bisa menjadi masalah.. Jadi setelah menjemput Ica, ganti menjemput Mumun. Biarpun masih babak belur, karena memang pintu belum datang..

Balik ke urusan brownies.. Jadi daku dengan serta merta bisa keliling ke TBK TBK terdekat untuk mencari kelengkapan brownies ini. Ternyata, setelah sore, habis jemput Fia, lengkaplah sudah bahan-bahannya, termasuk loyang-loyangnya. Padahal, berhubung sudah di jalan dan tidak tahu kukusan di rumah ukurannya berapa, dengan nekat lagi daku membeli 3 macam loyang sekaligus..Dengan harapan salah satu di antara mereka ada yang muat di kukusan kecil di rumah.. hehehe…

Sampai rumah, urusan masak buat makan malam dulu lah. Akhirnya setelah beres menidurkan dua buah hati, Fia dan Ica, saya mulai menyiapkan semuanya. Baca-baca resep lagi, walah, kok gak punya minyak sayur ya ternyata… Akhirnya terpaksa buka netbook dulu dan searching, bisa gak minyak sayur diganti mentega… hehehe… Menemukan jawabannya, baru jam 10 malam siap mengocok dan lain-lain. Deg-degan, jadi gak ya…

Satu lagi, Coklat bubuknya yang harusnya 50 gr, walah kok cuma punya 35 gr.. gak ngecek.. hiks. Akhirnya porsi DCC daku tambah sedikit jadi sekita 135gr gitu. Oya, buat percobaan pertama ini daku memakai resep Brownies Kukus Ny. Liem, setengah resep saja.. Ternyata jadi 2 loyang, loyang tulban ukuran 16 sama loyang kotak. Tapi gitu juga tidurnya ampe setengah 2 malem.. saking kecilnya kukusan sehingga gantian.. dan saking kagak ngartinya… hehehe..

Tapi sambil nunggu kukusan mateng, cuci-cuci peralatan dulu… bermanfaat juga… sementara tivi lagi The Nanny aja gak tak lirik sama sekali.. pemborosan energi ya? Paling gak di malam yang sepi denger suara cemprengnya Fran Drescher jadi gak ngantuk…

Lumayan neh hari ini bisa buat dibawa bekal anak-anak dan tester ke ibu-ibu di sekolah.. eh tapi tunggu dulu… dengan deg-degan, setelah memotret tampilan awal, daku mengiris potongan pertama dari si brownies bundar.. sambil menunggu si kotak matang. Dan Subhanallah rasanya… mak nyuzzz banget.. lembut, sedyap, wenak nak nak nak.. memang resepnya ciamik pol.. heheheh…

Nyuoooklat banget, sampe aku yang sedang agak pusing, jadi tambah nggliyeng-nggilyeng kena rasa coklatnya…

tapi apa karena daku hias pake coklat siram yah? hehehe..

Terima kasih buat para suhu NCCers, semakin semangat mencoba yang lain. Apalagi pagi-pagi Fia dan Ica sudah ribut mau dibawakan bekal Brownies, tidak lupa daku sisipkan satu potong untuk papanya tercinta. Barusan, dia sms : “Brokus coklatnya enak bin lezat say…”
Walaaaaahhh… tambah nggeblak nggeblak nih saya… hihih maklum amatiran…:)

Dan, penampakannya adalah seperti lampiran di bawah ini… tambah amatir lagi dekornya.. soalnya di TBK, Fia dan Ica udah nunjuk-nunjuk choco chip warna-warni buat mempercantiknya.. alhasil emaknya pusing mau digimanain.. ya udah gini aja deh… :)

Dan ini dia resep aslinya..

***(Para Suhu NCCers, daku ijin co pas yaaa.. matur nuwun)***

BROWNIES KUKUS CHOCOLATE (RESEP NY. LIEM)

=================

Bahan I :

12 butir telur

450 gram gula pasir

½ sdt garam

20 gram cake emulsifier (tbm/SP,ovalet)

½ sdt vanili bubuk

Bahan II :

(campur dan ayak)

250 gram tepung terigu segitiga biru

100 gram coklat bubuk

1 ½ sdt baking powder

Bahan III :

Cairkan dan campur

200 gram dark cooking coklat

350 ml minyak sayur

Bahan IV :

Susu kental manis putih

Cara membuat :

1. Campur dan kocok bahan I menjadi satu hingga kental dan mengembang

2. Masukkan bahan II sedikit demi sedikit hingga rata. Tuang bahan III, aduk perlahan dengan spatula hingga tercampur rata. Ambil 200 gram adonan, campur dengan bahan IV. Sisihkan.

3. Tuangkan ½ bagian sisa adonan tadi ke dalam loyang ukuran 24×24x7 cm, yang sudah diolesi dengan sedikit minyak dan dialasi dengan kertas roti. Kukus selama lebih kurang 15 menit (lakukan tes tusuk untuk memastikan kue sudah benar-benar matang)

4. Tuang 200 gram adonan yang sudah dicampur bahan IV, kukus. Dan terakhir masukkan sisa adonan. Kukus kembali selama 30 menit hingga matang.

Tips :

  1. Step No. 3. Sebelum loyang masuk ke dalam kukusan, banting2 loyang beberapa kali, untuk mengeluarkan udara yg terperangkap di dasar loyang
  2. Step No. 4. Menuang adonan, sebaiknya dengan posisi loyang tetap berada di dalam kukusan
  3. Pada saat loyang masuk kukusan, kecilkan api supaya air dalam kukusan tidak terlalu bergolak, tapi tetap menghasilkan uap panas yang dibutuhkan.
under: Current Affairs, Food and Drink, Lifes
Tags: , , ,

Bolu Kukus Perdanaku..

Posted by: windy13 | October 19, 2009 | 1 Comment |

Baru-baru ini aku bergabung di milis Natural Cooking Club. Seperti menemui sebuah ruangan baru tentang dunia masak-memasak. Kue-perkuean. Indahnya gambar yang disajikan disana, membuat aku semakin tergoda dan tergoda buat membuat sesuatu.

Akhirnya, aku beranikan diri membuat kue Bolu Kukus. Biasa aja sih, bagi pakar-pakar dunia kue.. tapi buat daku yang baru berteman dengan kukusan, mixer, tepung dan sebagainya ini, rasanya membuat Bolu Kukus mungkin seperti mahakarya.. hehehe..

akhirnya aku alhamdulillah berhasil membuat Bolu Kukus ini, setelah ditungguin sama Ica dan Fia, belepotan di tangan-tangan mereka karena pada colak colek semua ke adonan yang belum dikukus… Seribu satu pertanyaan mereka lontarkan.. tapi serunya itu loh. Bisa bikin kue bareng anak-anak tersayangku..

resepnya ini nih :

BOLU KUKUS MEKAR

Penulis: Fatmah Bahalwan

Bahan:

225 gr gula pasir

2 btr telur

1 sdt cake emulsifier

250 gr tepung terigu

1 sdt baking powder

150 ml air soda (sprite)

Cara membuatnya:

-Siapkan cetakan bolu kukus, alasi dengan cup casesnya. Panaskan kukusan biarkan uapnya banyak.

-Campur semua bahan menjadi satu, kocok selama 10 menit hingga kental.

-Ambil 4 sdm adonan beri pasta pandan, aduk rata.

-Tuangi cetakan dengan adonan putih ¾ penuh, beri atasnya dengan adonan hijau.

-Kukus selama 20 menit.

Jadi, dengan sangat manut nut pada resep di atas, mulailah daku membuat bolkus ini. Lihat-lihat stok, masih ada semua. Tapi berhubung telor adanya cuma telor ayam kampung, ya sudahlah gapapa. Yang penting telor kan. Cetakan ada 12 biji aja, berarti kudu 2 kloter nih. Terus kertas cupcakes masih banyak, jadi aman.

Pasta ga punya yang pandan, yang ready stock di rumah durian ama mocca. Ya udah itu aja, Fia juga jingkrak-jingkrak tau aku mau bikin Bolkus Durian.. (hihihi.. walau hanya aromanya saja..). Akhirnya, setelah aku siapkan semua adonan, aku mulai mencampur semuanya. Mixer ready. Aku kocok selama 10 menit teng baru diambil mixernya. Pantengin jam terus. Walau sempat dag dig dug sepanjang perjalanan mengocok. Bener gak sih? Kok gulanya masih berbutir-butir yah? Kok udah kentel banget tapi belum sepuluh menit yah?

Tapi setel niat terus kudu nurut resep Bu Fat yang yahui, jadi bismillah aja. Akhirnya 10 menit pengocokan selesai. Sisihkan masing-masing 4 sdm untuk warna kuning dan coklatnya. Terus segera menuju ke kukusan yang sudah mengebul uapnya dari tadi. Oya, si kukusan harus sudah dinyalakan waktu belum mulai ngocok. Jadi begitu selesai ngocok, uapnya udah bul bul kemana-mana. Panas? O iya jelas… Oya tutup kukusan daku buntel rapet sama lap bersih, jadi uapnya kagak kemana-mana deh…

So, masukin adonan satu-satu ke cetakan bolkus. Ada 12 cetakan, jadi 6 durian, 6 moka. Kloter berikutnya nunggu ini mateng dulu.. hehehee.. Belepotan sedikit gapapa deh, namanya juga percobaan. Akhirnya ke-12 cetakan masuk dengan selamat ke kukusan. Daku menunggu 20 menit berlalu sambil beres-beres kamar..

Akhirnya, teng 20 menit aku lari ke dapur lagi. Begitu buka tutup kukusan…… Jreeeeng…!! Mekar semuanya!! Wah, teriak-teriak hepi deh aku.. hihihi… Akhirnya dengan berbahagia daku angkat semua bolkus itu, dan dengan segera Fia dan Ica antri di belakangku sambil membawa piring masing-masing.. hehehehe.. dasar anak-anak..

Pesanku cuma satu, ke FIa dan Ica : jangan dimakan banyak-banyak dulu ya Nak, mau difoto dulu sama mama… hihihi…. :)

Dan.. beginilah penampakannya :

Yum Yum.. besok bikin apa lagi ya…?

~wind~

under: Current Affairs, Food and Drink
Tags: , , ,

CONTINUING LIFE

Posted by: windy13 | March 2, 2009 | 2 Comments |
Kenapa melanjutkan hidup? Bukankah kita sedang hidup?

Karena, ada kejadian-kejadian di mana kita merasa sedang dalam titik koma, koma, atau dalam kurung…
Masih susah dimengerti ya?

Bagiku, hidup ini penuh dengan episode-episode.. Bila kita memulai suatu masa dengan ingatan sudah penuh di kepala, maka akan terjalin rangkaian gambar dan peristiwa yang memenuhi diri dan hidup kita selamanya. Di sana, ada kejadian sedih, ada kejadian menyenangkan. Ada kejadian yang seolah kita ingin waktu berhenti berputar. Berhenti selamanya. Ada kejadian yang membuat kita ingin segera melaju cepat, ingin berlari, melewatkan episode itu. Ada kejadian yang tidak ingin kita alami…

Apapun itu, episode-episode itu merangkai jalinan hidup yang kita miliki, hingga kita sampai ke titik ini.
Berhentilah di sini.
Coba kita lihat kebelakang, ada kejadian besar apa, yang telah membuat hidup kita seperti ini.
Coba definisikan.
Tidak bisa kan? Karena semuanya adalah saling terkait dan menunjang, merangkai seperti mata rantai yang tidak pernah terputus, hingga kita sekarang sedang di sini..

Masa sekolah. Penuh teman, ada canda, ada rasa. Ada perkenalan, yang mungkin ternyata teman yang sangat berharga. Dihukum guru, lari keliling lapangan. Pacaran. Backstreet. Putus, cari pacar baru. Berteman, belajar kelompok. Ngeband sama teman-teman, latihan sampai malam… Aktif di organisasi.
Tapi jangan lupa, ada juga masa sedih. Dimarahi guru, dihukum. Atau saat kita merasa sendiri, tidak punya teman. Sibuk sendiri.
Kuliah, sama juga. Mulai begadang mengerjakan tugas di rumah teman atau sekedar kongkow-kongkow. Di rumah teman yang sudah tak ditempati lagi sekarang. Ketemu teman lama dan jalan bareng. Nonton, rujakan, dan jalan-jalan dari mall ke mall. Atau naik gunung, ke danau. Mancing bareng. Ujian bareng, ngerpek sana sini. Oh ya, ada juga dihardik dosen. Tidak boleh masuk kelas. Dimaki-maki asisten studio (itu aku haha). Ide diambil teman. Marah, benci, sedih, bosan..

Sisi lain kehidupan kita, keluarga. Ada yang lahir, keponakan, adik, sodara sepupu.. Ada yang pergi, kakek, nenek, eyang buyut, canggah, pakde, bude, atau bahkan ayah ibu… Indah ada, kelam ada.
Lalu pernikahan, ketika kita sudah memutuskan. Ada proses panjang, mulai pacaran, kebersamaan, lamaran, pernikahan. Lalu punya anak, beli rumah atau kontrak rumah, pindahan, masa-masa susah berdua, bertengkar, diam-diaman. Yang lebih ekstrem, misalnya, anak jatuh, anak sakit. Suami sakit, istri sakit. Tidak punya uang buat belanja hari ini. Atau tidak punya tabungan untuk uang pangkal sekolah anak. Banyak hal terjadi…

Semua itu, telah membawa kita ke titik ini. Coba kita tarik nafas panjang sedikit, dan bersyukurlah. Ucapkan alhamdulillah.. semua itu membuat kita menjadi seperti ini. Bila ada yang tidak sesuai dengan kemauan kita, tidak perlu kita menyeret dan menyalahkan diri sendiri. Apalagi orang lain. Bersyukurlah.
Di titik ini, kita masih punya yang kita ada sekarang. Tubuh masih lengkap, masih bisa bernafas, punya keluarga. Bila ada anggota keluarga yang telah pergi, coba ingat masa-masa yang dulu pernah bersama. Indah, tak perlu disesali.

Kehidupan terus berjalan. Yang masih ada, yang masih di sini, yang masih perlu diperhatikan, mari disyukuri. Tak perlu merasa kecil hati, sedih, kecewa, atau bahkan merasa bersalah atas apa yang telah terjadi.. Hidup itu indah.

Memang, tak jarang aku juga merasa jatuh dan tersungkur dalam kebencian, kemurungan, kekecewaan, kemarahan, dan juga rasa tak bersyukur. Hanya saja, memangkas semua pikiran buruk dan hal-hal yang tidak indah itu… harus bisa segera dilakukan. Kalau tadinya kita berlarut-larut, berhari-hari, harus dijadikan satu menit. Harus bisa dijadikan sedetik saja. Begitu muncul, langsung babat habis…

Karena, kesedihan, kemurungan, kekecewaan, rasa bersalah itu, bila berlarut-larut akan menjadi benalu dalam pikiranmu. Karena saya sudah membuktikan. Karena rasa sedih itu malah membuat kita semakin jatuh dan tersungkur..

Jadi, yuk maju ke depan…
Merasalah bahagia, mencarilah syukur.
Karena di semua titik, hidup itu lebih indah dengan mensyukurinya…

alhamdulillah..

**untuk seorang teman,be strong. Life is too beautiful to be ignored.
wind

under: Current Affairs, Lifes
Tags: , ,

REUNION, THE INCREDIBLE MOMENT OF YOUR LIFE

Posted by: windy13 | February 25, 2009 | 1 Comment |
Reunion, Reuni…

Sebuah kejadian ‘luarbiasa’ yang biasanya dinantikan oleh banyak orang. Termasuk saya. Dan anda mungkin?

Kebetulan, ada beberapa reuni yang menyentak di hati. Yang pertama reuni SD. Lucu-lucu banget bisa ketemuan sama teman-teman yang dulunya pendiam, bisa berubah menjadi seseorang yang berbeda. Tapi waktu itu reuni diadakan waktu kami masih SMA. Jadi lebih kepada menggali rasa hormat kepada Guru, tapi belum bisa memberikan sesuatu yang lebih. Ingin sebenernya mengulangi lagi reuni yang satu ini…

Secondly, reuni SMA satu angkatan. Terlibat di dalamnya sebagai panitia. Yang ini, hm, selain memperdekat aku dan pacarku, yang sudah jadi mantan sekarang alias bapaknya anak-anak, yang teringat adalah asik aja. Mungkin saat itu terlalu dekat waktunya dengan kelulusan, jadi kurang mantab gregetnya. Yang paling mengasikkan adalah tentu saja mengurusi reuni sambil pacaran.. wehehehehe..

Kemudian, sebuah reuni keluarga. Digagas oleh kakak-kakak sepupu, dan somehow tiba-tiba kita semua terlibat di dalamnya. Sebuah reuni yang dimaksudkan untuk mengumpulkan semua keturunan dari Eyang kakung, yang selama ini jauh-jauh lokasinya, dan juga mengenalkan dan mengakrabkan saudara-saudara yang tercerai-berai di mana-mana.
Yang ini, luar biasa betul. Aku yang tadinya ya biasa-biasa saja dengan para saudara itu.Ya, artinya kalo ketemu ya nyambung, itupun kebanyakan pas lebaran. Sebelum itu kan kami semua sibuk dengan kuliah masing-masing. Ketemuan lagi kalau ada yang pada kawin. Atau kunjungan mendadak, tapi juga tidak sering.
Luar biasanya, setelah reuni keluarga itu diadakan, tiba-tiba kami semua menjadi sangat dekat. Bertukar pikiran di email lewat milis, telpon-telponan, facebooking, rasanya seperti sudah berkumpul bersama-sama lama sekali. Setelah reuni itu kami bisa langsung bertemu di mana saja kapan saja dengan haha hihi yang sama. Dan tiba-tiba kami bisa saling berkunjung dengan senang hati.
Lupa sudah dulu waktu masih malu-malu, lupa sudah dulu bila ada rasa enggan untuk berkumpul di acara tertentu. Sekarang dunianya sudah beda. Bertukar bisnis, dengan sepupu, paman, bibi, keponakan, tua muda, jadi satu dengan indahnya setelah reuni itu diadakan.
Bersyukurnya aku dengan adanya reuni keluarga itu, hidupku terasa seribu kali lebih ceria dengan kedekatan dengan kakak-kakak sepupu dan saudara yang lain. Keponakan seperti adik sendiri, kakak sepupu seperti kakak kandung sendiri. Terlebih lagi setelah aku mendarat di Semarang kota Transit, malah lebih seru. Sering sekali ada telepon saudara-saudara yang mau mampir.. dan itu, luar biasa. Indeed.

Sekarang, aku sedang terlibat dalam persiapan reuni SMA, lima angkatan sekaligus. Yang ini, juga sungguh luar biasa. Pertemanan setelah waktu berlalu, seperti diguyur air hujan dan fresh seketika tanpa perduli bagaimana masa lalu. Dendam, benci, sebel, sedih, seoalah terhapuskan oleh waktu. Lagipula untuk apa mendendam? Mengingat rasa lalu itu tak penting benar.

Sekarang, semua sudah berubah. Teman-teman, kakak-kakak dan adik kelas, terpencar di seluruh bagian Indonesia, dan manca negara. Kebetulan pula, dibantu oleh Facebook –keajaiban FB–, bisa terkoneksi dengan cepat dalam 2 bulan saja. Banyak yang menghubungi, banyak yang minta info, banyak yang mau ikut serta dan berpartisipasi di dalamnya. Tentu saja, kenal tidak kenal, akhirnya aku menjadi kenal. Teman-teman juga yang lain. Info disebarkan. Lewat SMS, juga ternyata membawa keajaiban pertemanan baru. Banyak sekali yang menghubungi, lintas angkatan, dan semua antusias. Yah, ada yang protes memang, kemahalan patungannya, tapi ada juga lo yang merasa kurang mahal.. Hahah. So, people different each other, indeed..

Sebelum menuju reuni besar, tentu saja, ada banyak di dalamnya ‘reuni-reuni kecil’. Pertemuan panitia, yang selalu exciting setiap kalinya. Pembahasan acara, pertukaran pikiran, luar biasanya, dengan cerita dan ceria yang menyenangkan. Kedekatan yang dulunya ada, tambah dekat, yang dulu tidak ada, jadi ada dan dekat. Efeknya reuni ini, bahkan terjadi sebelum reuninya dimulai…

Kemudian, banyak reaksi terhadap ide reuni ini. Ada yang antusias datang, berbalasan kabar denganku hingga larut malam. Ada yang malu datang,ada yang minder untuk datang.
Sebetulnya, setelah aku mengalami semua ini, aku ingin mengajak semuanya yang terlibat dalam reuni-sma-to-be ini, untuk datang. Tak perlu malu, minder, atau mungkin enggan datang soal patungannya? Tak perlu lah. Kalau ada yang benar-benar tidak bisa dan tidak mampu soal patungan itu, rekan-rekan yang lain pasti ingin membantu, dengan jujur asalkan ya.
Lalu, buat apa menyimpan rasa minder? Sungguh keajaiban pertemanannya jauh lebih berharga dibanding menyimpan mindernya. Rasa sungkan, malu, dan enggan bertemu itu akan terbayar saat kita melangkah dan menjabatkan tangan pertama kalinya dengan teman-teman…

Setelah itu, pertalian tidak akan pernah habisnya.. pertemuan, percakapan, perjumpaan…
Jadi datang ya ke reuni??

Hm, hidup itu memang lebih indah ketika dinikmati, disyukuri, dirasakan, dilalui, dan tentu dicintai…

Essaie avant de décider si c’est difficile ou non….

life is colorful, friend..

wind

under: Current Affairs, Lifes
Tags: , , , , , ,

MENYATAKAN PERANG TERHADAP ROKOK!!

Posted by: windy13 | February 25, 2009 | 3 Comments |
Minggu sore, nonton John Pantau di Trans TV sama anak-anak di rumah. Topik kali ini sangat aku suka, yaitu saat John inspeksi sana sini mengingatkan orang agar tidak merokok di tempat-tempat umum.

Di situ diungkapkan, bahwa ada 5 tempat yang benar-benar dilarang untuk merokok di Jakarta, yaitu Sekolah atau lokasi pendidikan, Rumah Sakit dan area layanan kesehatan, semua Tempat bermain Anak, Angkutan Umum, dan Tempat Ibadah. Sedang dua tempat lain yaitu Mall/tempat kegiatan umum dan Kantor diperbolehkan merokok dengan terbatas, artinya ada tempat tersendiri. Pengelola harus menyediakan lokasi khusus untuk merokok. Sanksi untuk pelanggaran ini adalah hukuman penjara atau denda maksimal 50 juta rupiah… Aku heran kok maksimal ya, mbok minimal….

Aniway, larangan terhadap merokok di tempat2 di atas, tentu saja daku sambut dengan baik.. tapi yang jadi pertanyaan, mengapa hanya Pemprov DKI yang berinisiatip melakukan ini? Mengapa tidak semua Pemprov, Pemkot, Pemda, dan seluruh lapisan masyarakat bersatu tangan memberlakukan larangan merokok di tempat-tempat di atas. Kalau perlu tidak usah menggunakan area terbatas, intinya adalah tidak boleh merokok di area umum!!

Jujur, aku sejak lama sudah maju jalan menyatakan perang terhadap rokok. Selain rokok itu memang tidak menyehatkan secara umum, bagiku pribadi rokok menimbulkan pusing, rasa mual, sakit di tengkuk, just in a second bila aku terpapar asap rokok secara sengaja atau tidak sengaja, di mana saja.
Aku sangat sensitif terhadap bau rokok, sehingga bila ada seseorang yang baru saja merokok walau tidak di depanku, aku dapat mengenali bahwa dia baru saja merokok dari bau yang menempel di rambutnya, kulitnya, bajunya…. dan itu saja sudah cukup untuk membuatku pusing berjam-jam..

Rumah, adalah tempat pertama yang kubebaskan dari rokok. Tidak akan ada asbak di rumah. Apalagi sejak ada anak-anak. Bila ada tamu, saya dengan memohon maaf meminta beliau untuk tidak merokok, karena ada anak-anak. Bila berkenan, bisa merokok di luar. It is an option. Jangan merokok di rumahku, bila kau mau merokok, merokoklah di luar. Bahkan bila di luar pun masih terasa mengganggu, aku tidak akan segan-segan memintanya untuk mematikan rokoknya.Siapapun dia.

Kemudian, di manapun, aku akan berkata dengan keras, bila ada orang merokok tidak pada tempatnya.
Katakanlah, bila sedang di mall, menunggu mobil jemputan, tiba-tiba ada orang duduk di dekat aku dan anak-anak, sambil merokok. Aku akan langsung mengibaskan tangan mengusir asapnya, sekaligus menutup hidung, tak perduli dia tersinggung, dan mengajak anak-anak pergi dari tempat itu sambil berkata dengan keras : “Ayo pergi kids, di sini bau asap rokok!!”
Bila dia tersinggung, aku akan mengatakan sejujurnya bahwa asap rokoknya mengganggu kami. End of story.

Satu kali, aku pernah sedang di dalam mall, bersama anak-anak dan keponakan yang masih bayi. Kami duduk di food court untuk istirahat sebentar. Tak lama, datang segerombolan anak muda datang sambil merokok dan mengambil duduk di dekat kami.
Tak ayal, asap rokok segera memenuhi udara yang akan kami hirup. Adik iparku sudah berkeluh kesah, takut anaknya yang masih bayi itu kena asap. Mereka mengajak aku pergi, tapi aku tidak mau.
Aku mendatangi gerombolan itu dan berkata, ” Mas, maaf ya, jangan merokok di sini. Banyak anak-anak. Lagipula ini bukan tempat untuk merokok. Smoking area sebelah sana.”

Kontan saja mereka bangkit dan mohon maaf kepada kami, lalu pindah duduk. Sebelnya,bukannya pindah ke smoking area tapi duduk di tempat lain yang masih di non-smoking area ini. Tapi karena sudah cukup jauh, dan tidak mengganggu kami lagi, ya sudahlah. Maunya sih aku mengusir mereka jauh-jauh, tapi membawa anak-anak ini masa mau memancing keributan.. hehehe.. Sudah cukup lah.

Pernah juga, di suatu area bermain anak-anak macam Time Zone, ada seorang bapak dengan enaknya duduk merokok di tempat duduk di dekat sebuah pilar, yang tepat di atas kepalanya tertempel sebuah tulisan larangan merokok. Ironis sekali kan? Sementara asapnya sudah kemana-mana, aku menghampiri seorang penjaga zona.
“Mbak, tolong itu bapaknya diingatkan untuk ndak merokok di area bermain sini. Mengganggu kita semua asapnya. Kalau mbaknya ndak berani, biar saya saja yang mengingatkan dia.”
“Oh, iya bu, iya, nanti saya ingatkan.”

Aku berdiri mengamati si mbak yang blingsatan mau maju takut mundur ada aku di belakangnya. Gimana mbak? Mau masuk ke mulut harimau atau mulut buaya? Hehehe, yang jelas aku tidak mundur. Aku mengamati semua gerak-geriknya, hingga akhirnya dia dengan munduk munduk maju ke depan mengatakan sesuatu ke bapak itu.
Sepertinya si bapak protes, tapi tak urung dia pergi juga dan beranjak ke luar area permainan.

Aku tersenyum pada mbak itu dan mengucapkan terima kasih. Lega rasanya..

Intinya, perjuangan melawan rokok ini tidak akan pernah berhenti. Berapa puluh juta uang yang sudah dibakar waktu rokok itu dihisap.. Atau ratus juta mungkin…? Yang jelas, kenikmatan dan kenyamanan menghisap rokok mereka semua tidak sebanding dengan efek yang dihasilkan, penyakit yang ditimbulkan, dan ketidaknyamanan yang didapat dari merokok. Mengganggu orang lain, membuat jengkel, membagi penyakit…

Come on, kita mulai dari diri kita sendiri. Dengan senyum, satu orang sehari, lebih banyak lebih baik, ajak mereka untuk berhenti merokok. Dengan adanya Sidang Ijtima Ulama se-Indonesia yang digelar pada 24-26 Januari 2009 lalu di Padang Panjang, yang menghasilkan keputusan yang menetapkan bahwa merokok hukumnya haram, maka kuat sudah kita untuk mengingatkan orang lain, kapan saja, di mana saja.. untuk tidak merokok di sembarang tempat.

Tidak usah takut, ingatlah anak-anak kita. Kecintaan kita terhadap mereka haruslah mengalahkan rasa takut menghadapi hal ini…

Bagaimana, kita mulai sejak detik ini?

Ayo….

plamongan indah, 23 feb 2009

no smoking please!!

wind, for children and our health

under: Current Affairs, Lifes
Tags: , , , ,

LOVE YOUR LANDMARK!!

Posted by: windy13 | February 25, 2009 | No Comment |
Jalan-jalan kali kedua ke Masjid Agung Jawa Tengah, too bad my dear husband tidak bawa kameranya.
Tapi sudah niat nekat banget mau taking pictures lebih dekat lagi di masjid ini. Dan ternyata bukan cuma gambar indah yang kudapat, tapi juga sedikit kekecewaan tentang masjid indah ini..
the minaret
rumah bedug
lingkaran indah
area samping
menuju batu besar

Sore itu, suasana rame banget. Banyak orang yang sengaja memang datang ke sana untuk melihat keindahan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini. Tua muda, kecil besar, kaya miskin, nah itu dia. Semuanya ada. Semua kalangan, mengagumi karya arsitektur dan landscape yang memang bagus ini.

empat pilar
up to the sky
payung besarnya..
masjidnya

Mumpung anak-anakku dua biji sedang sehat banget, alhamdulillah, dan mereka lagi mau jalan-jalan, aku dan suamiku niat ngajak mereka melihat-lihat lebih dekat MAJT. Kali ini aku tidak cuma melihat, tapi aku sholat di sana, berkeliling, menikmati suasana bener. Suasana yang ramai karena banyak orang yang berpikiran sama memanfaatkan keindahan sore itu.

suasana yang ramai..
barisan sandals..

Di ruang wudhu, yang luas dan nyaman, aku merasa senang. Bersih, dan banyak keran. Ada rasa kedamaian sambil berwudhu di situ. Sayang tidak sempat terambil gambarnya..

Masuk ruang sholatnya, terlebih lagi. Damai menemukan kita..

the windows
ornamen atas
mihrab dari jauh.. :)
inside the dome
kolom besar
pintu pintu pintu

Aniway, satu hal, menyentakkan aku dan keluarga di sini. Then I speak it loud…!

Mereka, yang mengunjungi tempat ini, sedikit sekali mereka memperlihatkan sikap yang perduli terhadap landmark kotanya sendiri. Landmark yang satu ini, sekaligus tempat wisata, bahkan dalam skala propinsi. Tapi apa yang terjadi di sana? Sampah di mana-mana!! Dibuang sembarangan. Tidak dengan hati dibuang ke tempat yang seharusnya.

Sedih aku melihatnya. Kalau yang punya sendiri sudah tak perduli, apa lagi orang lain? Lama aku mendiskusikan hal ini dengan suamiku tersayang, menurutnya, pengelolanya sendiri tak perduli. Buktinya, sangat susah dijumpai TEMPAT SAMPAH di lokasi ini. Too bad, hah? Sempet juga aku mendengar beberapa orang mengeluhkan kurangnya tempat sampah, saat itu.

Apa susahnya melakukan pengadaan tempat sampah, yang tidak seberapa jumlahnya, dibandingkan dengan melihat MAJT menjadi penuh sampah seperti ini. Tapi, menurut aku, ada atau tidaknya tempat sampah, keinginan untuk menjaga lingkungan tetap bersih itu harus datang dari dalam diri. Okelah katakanlah di kasus ini pengelola kurang menyediakan litter bin. Tapi misalnya kita jalan-jalan di tempat lain pun, bila tidak ada tempat sampah, apa itu menjadikan kita boleh membuang sampah sembarangan? Tidak kan?
At least, berusaha membuangnya nanti. Masukkan dulu ke dalam saku celana, atau kantong kresek, sambil dibawa dulu sampai menemukan tempat sampah. Satu hal yang sangat aku tanamkan ke anak-anakku sejak kecil..

Karenanya, sedih aku melihat MAJT seperti itu. Sampah di kolam, sampah di keramik, sampah di kolom masjid.. hellooowwww….. ?? Bukan sebuah tempat yang patut dibanggakan bila seperti itu.

sampah di kolam
sampah di ujung kolom
sampah di kolam yang lain
another trash

Mungkin, aku kekurangan kata-kata kali ini. Tapi juga speechless to see the view at that place.
Come on, jagalah landmarkmu. Cintailah kotamu sendiri…

the sky behind

Sedih..
**wind

memuji kebesaran-Nya..
under: Lifes, Religion, Travel
Tags: , , , , , ,

ALL ABOUT ASTHMA

Posted by: windy13 | February 25, 2009 | No Comment |
Mendarat di Semarang 6 bulan yang lalu, aku mulai merasa ada yang tidak beres dengan pernafasanku. Mulai sering ada sesak nafas datang, yang tadinya tidak pernah, yah, or you may see it, rarely. Terakhir bad breathy attack adalah pas kehamilan Ica, kira-kira di usia 6-7 bulan kehamilan. Aku kira sih waktu itu cuma masalah sesak nafas karena kehamilan saja. Tapi sekarang..

Aku memang punya bad allergy since little. Amoxilyn dan berbagai macam obat batuk aneka rasa sudah aku cicipi sejak kelas 1 SD. Sejak itu pula aku sering bangun malam-malam karena bad cough, dan karena tidak bisa tidur maka papi tersayangku memutarkan film silat macam Sin Tiaw Eng Hiong, Pendekar Ulat Sutra, Zughe Liang, dsb dsb.. sehingga aku menjadi deeply addict to that kind of movies (untill now but it is well-covered indeed)…
So so back to the allergy stuff, intinya aku tahu bahwa aku menderita asthma, karena batuk dan amandel dan lain lain itu, juga karena kuliah singkat papiku tentang obat yang kuminum sembarangan ketika batuk datang lagi pas jaman kuliah dulu.. Dulu aku sikat semua, tidak perduli allergen atau triggernya apa, aku sikat aja, sehingga aku tidak mengenali betul apa sebenarnya trigger asthmaku ini, kecuali satu : kecapekan.
Tapi sekarang, aku jadi super penasaran, karena yang kualami sekarang bukan batuk yang menggila seperti dulu. Tapi sesak nafas. Batuk dan bersin mendadak kena debu-debu tak kasat mata. Gatal-gatal karena makan udang, kepiting, dan aneka makanan seafood kegemaranku lainnya. Bikin bete? O iya banget.
Karena itu suatu hari aku niat banget ke Gramed Pandanaran cari buku tentang asma. Dan, I got it.
Well, I know we could find it by goggling, but somehow I just feel so comfortable when doing some read activities with pen, and lying here, lying there.. so, I decided to buy this book.

Judulnya :
ALL ABOUT ASTHMA & How To Live with It.
The Complete Guide to Understanding & Controlling Asthma
By Glennon H. Paul, M. D and Barbara A. Fafoglia.

Akhirnya, revealing this book, I found what I need.
Lalu aku pikir, well, it is about to share yah. Aku akan mencoba membuat sari tilawahnya sedikit di bawah ini, just in case ada yang membutuhkan seperti aku dan malas buka goggle dulu. Anybody?

Facts:
1. Asthma adalah penyakit pernafasan; kadang kala bisa disembuhkan dan di banyak kasus bisa dikontrol dengan baik, serta merupakan penyakit turunan
2. Harus dikenali trigger atau pemicunya
3. Tips paling ok untuk menghindari kambuhnya adalah : hindari pemicunya.
4. Pemicu untuk tiap-tiap orang berbeda-beda, jangan disamakan. Bahkan dalam satu keluarga, it is indeed different.
5. Gejala2 asma biasanya paling parah terjadi di malam hari (karena gravitasi, tahanan dahak saat bernafas, berkurangnya kejang otot tenggorokan dan terbukanya saluran nafas lebih longgar)

Gejala Asma antara lain, bisa terjadi semua, atau hanya salah satu saja :
1. Dada terasa sempit, sesak dan tertekan
2. Kesulitan pernafasan
3. Bersin-bersin
4. Timbul sejumlah besar riak/dahak di rongga pernafasan
5. Batuk, bisa sering, atau jarang-jarang. Bisa lepas batuknya (karena ada ekstra dahak yang keluar) atau kering dan dalam. Kadang ada yang batuk berbulan-bulan atau tahunan tanpa gejala yang lain, tanpa tahu kalau mereka asma.

Apa yang terjadi saat serangan asma sebenarnya?
Serangan asma berawal saat ada otot halus di dinding saluran pernafasan yang mulai menyempit dan mengeras saat mereka bertemu dengan pemicunya. Karenanya udara tidak bisa masuk dengan lancar ke paru-paru.Ditambah lagi ada dahak masuk ke saluran yang sempit tadi dan tinggal di sana, semakin mengurangi pasokan udara, seakan saluran tertutup olehnya. Oksigen yang masuk berkurang, membuat tubuh kita tersiksa karenanya..

Trigger atau Pemicu Asma adalah :
1. Alergi
2. Substansi penganggu seperti debu, asap, bau, dan uap.
3. Faktor lingkungan seperti perubahan cuaca dan polusi udara
4. Infeksi : infeksi virus seperti batuk dan plilek
5. Stress (positif atau negatif)
6. Makanan
7. Sports

Macam-macam asma :

1. Extrinsic atau Allergic Asthma
Alergi adalah respon abnormal pada seseorang yang terpapar oleh allergen (semua substansi yang memicu reaksi alergi pada seseorang)
Terpaparnya oleh allergen ini bisa karena bernafas, makan, minum, injeksi/suntikan atau kontak kulit. Orang yang terpapar allergennya akan memproduksi antibodi, yang membuat orang menjadi lebih sensitif terhadap allergennya.

Pemicu umum untuk Allergic Asthma adalah :
a. Serbuk, yang sangat kecil. Bisa serbuk sari, rerumputan, alang-alang,dan semacamnya
b.Moulds, organisme kecil atau parasit berspora, sangat kecil dan tidak kasat mata. Bisa di lapangan, dedaunan, kayu-kayu.
c. Debu rumah : merupakan paduan dari substansi organic dan anorganic, contohnya adalah material dari binatang (air liur dan urine - bukan bulu - biasanya dari anjing, kucing, hamster, tikus, kelinci, juga bisa binatang ternak seperti kuda, kambing, babi atau sapi).
Contoh lain debu rumah adalah serpihan kulit manusia, rambut, serat plastik, serat pakaian, serat makanan sisa, bagian dari serangga, dan yang paling berbahaya, tungau debu. Tungau ini makan dari kulit manusia yang terlepas secara alami. Tidak terlihat dengan mata telanjang tapi ada di mana2 seperti di bantal, sofa, selimut, karpet, matras.
**anak2 pernah sembuh dari batuk panjangnya setelah aku singkirkan semua boneka, karpet, selimut, dan menjemur semua bantal , guling dan seprei plus cuci AC dan total bongkar semua sampah2 di kamar…**
d. Serangga : kecoak, dan bagian dari serangga seperti bulu kecil atau serpihan sayap lalat.
e. Allergen lain seperti kapuk, biji kapas,yang juga biasnaya di bantal, sofa, sleeping bag, mainan…
f. Makanan : tidak semuanya, but at some people. Disebut allergen bila terjadi bengkak di mata, kesulitan pernafasan, gatal-gatal di kedua sisi badan di bagian tertentu, dan biasanya muncul sekitar 1 jam setelah memakannya.
Pemicu dari makanan antara lain, telur, kacang-kacangan, seafood, coklat…
g. Obat-obatan: misalnya penicillin.

2. Intrinsic atau nonAllergic Asthma

Gejalanya biasanya sama dengan Allergic Asthma, seperti kesulitan bernafas, dada sesak, bersin, batuk.
Bedanya adalah pada pemicunya dan mekanisme yang digunakan tubuh kita untuk menyusun respon terhadap asma ini.

Pemicu umum untuk nonAllergic Asthma adalah :
a. Substansi pengganggu seperti asap, uap, debu dan bau. Memang untuk orang yang bukan asmatik juga mengganggu, tetapi bagi penderita asma, pemicu ini sangat cepat membangkitkan gejala-gejala di atas.Termasuk juga asap rokok.
b. Infeksi : seperti batuk dan influenza. Virus-virusnya dengan cepat akan membuat gejala asma timbul.
c. Stress : daily stress we have, dalam derajat yang bervariasi. Karena stress meningkatkan adrenalin, detak jantung, nafas lebih cepat, otot tegang. Mungkin bisa berawal dari takut, curiga, frustasi, atau marah. BIla ini terjadi, anda bisa sesak nafas. Seperti saya..
d. Latihan/sports :berenang, lari.. well, it is. Tidak semua orang, tapi ada beberapa. Satu bab sendiri tentang ini.
e. Faktor lingkungan : suhu, kecepatan angin, tekanan udara, kelembaban. Di udara dingin misalnya, kadang saya tercekat dan merasa kekurangan oksigen. Angin juga bisa membawa substansi pencemar, juga serbuk-serbuk. Kabut juga bisa menimbulkan gejala asma.

Well, masih banyak bab yang menjelaskan lebih detail tentang hal-hal di atas. But I think if I wrote them all, instead of making you understand, we all just getting more fears and tired to read. Nah, anyway anyhow, lets checking our selves to check that might be we have some symptoms like above, but we just don’t recognize them.
Since, I had through them all. I bet I was an Extrinsic Asthmatic person, but however it grows to Intrinsic Asthma aswell, because morning stress also bring me to chest thightness indeed.

And, my husband, whose allergic to cold temperature and dust somehow, plus me, it’s equal that all my children are 100% Asthma. Congratulate us!!!

poor picture cause can’t find the jpg at web. taken with my nokia. :(

**hidungbuntupilekberatdadasesak,
wind

under: Lifes
Tags: , , ,

SMACK IT DOWN, NANDA!!

Posted by: windy13 | February 25, 2009 | No Comment |
Masih ingat Mbak Jum? Satu lagi kisah sedih dari perjalanan hidupnya..

Pagi itu aku menantinya datang ke rumahku. Lewat pukul 6, tak ada kabar berita darinya. Penasaran, tapi aku juga tak ingin mengganggu aktivitas suaminya yang memegang telepon genggamnya, aku tak ingin menghubungi. Lebih kepada rasa percaya dan instink yang mengatakan, ada sesuatu yang lebih penting yang menghalanginya datang ke sini.
Something, don’t know what.. but I felt easy.. Nothing to be worried about.
Jadilah, hari itu aku sedikit berpeluh menyelesaikan beberapa common pending task, plus guiding my two kids in excess of my own necessities.

Well, besoknya sabtu. Aku merasa Mbak Jum pasti datang. Hari gajian lah. Sejenak aku bimbang, haruskah aku mengurangi gajinya minggu ini, just because dalam minggu ini dia sudah 2 kali tidak masuk? Hanya saja karena yang dibayar adalah tenaganya, aku merasa sedikit ragu. Lagipula sisa pekerjaan kemarin masih ada juga yang harus dibereskan.

Belum lepas aku menimbang-nimbang, ia datang. Dengan senyum aku menyapanya, dan bertanya mengapa dia tidak datang kemarin.

“Kenapa kemarin, Mbak?”

Wajahnya memuram. “Ke rumah sakit, bu.”
“Loh, siapa yang sakit?” tanyaku.

Kemudian meluncurlah ceritanya, deras tak terbendung. Tentang kejadian di hari itu.
Bahwa anaknya, yang bernama Nanda, berusia 3 tahun, tanpa sengaja, mengajak bermain seorang sepupu kecilnya yang bernama Dyah, yang usianya masih 1 tahun.

Bermain, dalam arti harfiah, bermain kuda-kudaan. Dimana Dyah yang menjadi kudanya, dan Nanda menjadi penunggangnya. Dihentak-hentakkannya Dyah yang sedang dalam posisi tengkurap menonton televisi kecilnya, ke atas lantai keras rumahnya yang tak berubin. Mengharap Dyah mengerti akan arti permainan itu, Nanda tidak berhenti dengan segera.
Tak ayal, muntah darahlah gadis kecil itu. Di lantai, di depan si nenek yang tak bermaksud melalaikan keduanya, di samping Tia, kakak Nanda yang sedang asyik melongo menonton televisi.

Hebohlah seketika. Ayah Nanda, suami mbak Jum, menghantam Nanda dengan batang pisang, benda terdekat yang bisa diraihnya. Nanda menangis tak ketulungan.
Dyah terkapar di lantai. Semua tercekat dan terdiam tak tahu harus bagaimana.

Saat itu, ibu Dyah memang menitipkan anaknya di rumah keluarga Mbak Jum, seperti biasanya. Mereka sudah terbiasa dengan budaya titip-menitip seperti itu. Ibunya sendiri sedang memasak di dapurnya, di rumahnya sendiri, tepat di sebelah rumah Mbak Jum.

Harus siapa yang disalahkan?
Nenek, yang tak mengasuh dengan benar? Kakak yang asyik menonton televisi? Ibu, yang sedang sibuk memasak? Nanda, si kecil yang hanya ingin bermain?

Dyah dibawa ke rumah sakit daerah Gubug, dengan biaya Rp 60.000 rupiah per hari. Di rumah sakit pun, Dyah sempat muntah darah sekali lagi. Badannya panas. Sempat di bawa ke puskesmas desa sebelumnya, tapi dokter jaga di sana menolak menangani dan merujuk ke rumah sakit, karena diduga tulang rusuknya patah dan ada komplikasi, mengingat ada muntah darah.

Mbak Jum dan ibu si Dyah ini akhirnya sepakat untuk patungan biaya rumah sakit. Ibunya juga merasa lalai. Ironisnya, tak ada yang berani memberitahu ayah Dyah, hanya karena takut. Dan Mbak Jum, merasa bila si Ayah tahu, ia tak akan mau patungan. Pasti Nanda yang disalahkan…

Akhirnya, aku cuma bisa terpekur. Mencerna cerita itu, mencoba membesarkan hati Mbak Jum. Ikut berdoa semoga Dyah tak mengapa. Berharap semoga masalah di keluarga mereka bisa terelakkan.

Aku cuma bisa membantu sebisanya. Sejauh tangan bisa terulur. Beserta seribu doa.

Hanya saja, aku juga terpana. Karena bila Allah menghendaki, terjadilah.
Karena Allah tidak henti dan memilih kepada siapa Dia akan memberi ujian dan cobaan….

***bersyukurlah selagi kau bisa..
wind

Allahu Akbar…
under: Current Affairs, Lifes
Tags: , ,

THE GRAND MERCURE PHOENIX HOTEL, JOGJAKARTA

Posted by: windy13 | February 25, 2009 | No Comment |
Melengkapi excitement akhir liburan Januari 2009 lalu, kami sekeluarga menginap di Hotel Grand Mercure Phoenix Jogjakarta. Kesenangannya bertambah karena bisa eksplorasi di hotel yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, dan mendapatkan pengalaman baru di tempat baru pula.

Lokasi hotel ini adalah di jalan Jendral Sudirman, Jogjakarta. Lengkapnya bagaimana atau map locationnya bagaimana, monggo saja tanya sama Mbah Goggle. Banyak penawaran dan comparison price-nya juga di sana. Yang jelas ancer-ancernya bila dari Solo, terus aja ke arah Tugu Muda. Hotel ini terletak sebelum Tugu dan belokan ke arah Malioboro. Jangan lupa lihat arah kanan jalan biar tidak kelewatan. Yang punya Jogja pasti lebih bisa menjelaskan..

the hotel taken from swimming pool

Hotel ini adalah dulunya Hotel Phoenix, yang direnovasi sedemikian rupa menjadi hotel bintang lima yang memikat. Pelayanannya nomor satu, dan hotel ini fully recommended for tourists. Keramahan dan sapaan para hotel crew-nya luar biasa, di setiap sudut, di setiap saat. Membuat kita nyaman dan senang, feels llike home..

Saat check in kita diberikan welcome drink, jahe hangat kalau tidak salah, dan handuk hangat basah. Masuk kamar, disambut dengan satu wadah kecil salak isi 4 buah dan toples cantik berisi manisan warna-warni, for your compliment.

salak pondoh, of course
jar of candies

Skip about the room size for standar price in this hotel, kamarnya cukup nyaman.

Fia enjoy di kamar..

Ada balkon kecil yang sangat menggoda untuk ditempati. Aku sudah bisa membayangkan duduk di sana sambil minum kopi pagi…

the balcony

Seperti biasa agenda untuk kelayapan di hotel adalah nomor satu, cari kolam renangnya. Think think think, well, enaknya berenang tidak ya. Buat anakku yang sulung, itu hukumnya wajib. Jadi Fia pasti sudah well planned untuk berenang. Jadi, setelah wira wiri ke sana kemari, akhirnya Fia menetapkan waktu berenangnya sendiri.

Fia and the swimming time

Moreover, aku menyukai nilai historis dari hotel ini. Arsitektur Kolonial yang dipadukan dengan arsitektur Jawa, khas Jogjakarta.

the alley
side hall

Sentuhan khas dalam setiap ruangannya oleh pernak pernik manis paduan budaya Jawa dan Belanda. Foto-foto Jogjakarta jaman dahulu yang dipasang di setiap ruangannnya.
Detail tiap-tiap ruangannya dengan sentuhan manis jaman Londo.

picturing details
The little clock

Di void luar, pagi hari, kita ditemani gending jawa, live from the station, sambil sarapan..

the maestro

Oya, satu detail kecil hampir terlewat : Free hotspot area, in the whole hotel. Nice, it is? :P
Akhirnya, Minggu pagi yang cerah, aku menikmati setiap detik kesendirianku di kala suami dan anak-anakku masih terlelap, di balkon itu.

langit Jogja di Minggu pagi…

Bersama secangkir kopi, dan laptop kesayanganku. Facebooking, of course…

paduan paling indah di dunia : Laptop dan Kopi

**remembering Jogja,
wind

…sweet experience..
under: Lifes, Travel
Tags: , , ,
Sore itu, sepulang dari tempat kerjanya, Jum terpaku melihat banyaknya orang berada di depan rumahnya. Terkesiap ia seketika. Ada apakah, apa yang terjadi. Sekelebat bayangan buruk melayang di pikirannya.

“Ada apa ini?” tanyanya sambil menyeruak masuk melewati kerumunan itu.
Dilihatnya suami tercintanya sedang duduk di amben depan, terpekur. Lalu suaminya menoleh dan menatapnya nanar.
“Ibu,” katanya pendek.

Jum menghela nafas. Sudah tiba waktunya. Sang ibu mertua berpulang juga, setelah lama didera sakit di sekujur tubuhnya. Tanpa bisa bergerak, tanpa bisa membersihkan badannya sendiri. Bahkan dia hanya bisa mengedipkan mata, menatap tanpa arti bila menginginkan sesuatu.

Selama ini, tugas Jum lah untuk melayani dan memberikan apa yang diinginkan ibu mertua tercintanya. Sebagai menantu terkecil, yang tinggal satu rumah, jauh di dalam hatinya ada rasa memanggil untuk memberikan yang terbaik untuk beliau. Betapapun itu menyedihkan untuk dirinya.
Sambil membereskan hal-hal kecil di dalam rumahnya, ke sana kemari, Jumiati terikat sendiri dalam pikiran dan lamunannya. Selama ini dia yang membersihkan kotoran, mengelap air kecil beliau yang kadang tak terkendali sebelum sempat dibantu. Jum yang menyeka badan ibu mertuanya almarhumah ketika butuh dibersihkan. Jum yang menyuapi makanannya, memberikan minum. Jum duduk di samping beliau ketika almarhumah ingin bercerita, walau hanya lewat mata dan senyum.

Ada yang lepas dari dalam hatinya. Walaupun selama ini Jum melakukannya tanpa rasa risih, jijik, ataupun pamrih apapun, tidak bisa tidak ada rasa yang melegakan muncul di sudut hatinya. Seperti ada duri besar tercabut dari kepalanya, saat ini. Selama ini, saudara-saudara dan tetangganya mencemoohnya, bahwa betapa bodoh dirinya, betapa rendah dia, melakukan sesuatu yang bahkan anaknya sendiri tak mau melakukannya.
Dan selama ini Jum cuma tersenyum menanggapinya. Jum tahu, bahwa hanya Allah yang mengerti isi hatinya…

Sehari kemudian, setelah pemakaman, anak-anak dan menantu berkumpul semua di rumah anak tertua dari ibu. Semuanya berkumpul untuk membicarakan masalah tahlilan. Hal yang sudah menjadi kebiasaan, hampir di seluruh daerah di tanah air.
Keluarga ini berdebat ramai dan keras. Jum, yang menjadi menantu terkecil, hampir tak bisa bicara.
Yang sedih, menyayat hatinya, istri kakak tertua, justru sibuk membicarakan tentang menyembelih kambing. Harganya sekarang di pasaran sekitar 1 juta rupiah. Dan uangnya akan dikumpulkan dari patungan bersama.

Jum mengeluh pelan. Uang dari mana? Sementara untuk sehari-hari saja hasil kerjanya dan suaminya masih jauh dari cukup.

“Pokonya harus nyembelih kambing!! Apa kata tetangga nanti? Masa kita bersaudara segini banyaknya kok ndak bisa menyediakan makanan? Ngisin-ngisinke wae!!!” seru istri kakak tertua sambil berdiri dan menunjuk-nunjuk ke para saudaranya.

Plaaakkk!!!!
Semuanya terkesiap.Terlebih Jum. Sungguh tak diduga..
Sebuah tamparan keras menerpa pipi wanita itu. Suaminya sendiri yang melakukannya.
“Diam kamu!! Dari tadi bikin rusuh aja!! Tak tahu diri kamu!!” Suaminya membentaknya.

Jum terdiam. Digamitnya perlahan suaminya. Ia menatap lembut dan sakit.
Suaminya mengerti. Perlahan ia beranjak keluar. Saudara-saudaranya, delapan orang lainnya beserta pasangan masing-masing, tidak ada yang memperhatikan, karena semua sedang terpaku menatap drama yang sedang terjadi.

Di boncengan suaminya dalam perjalanan pulang, Jum merasa sedih. Di antara beragam pertikaian yang pernah terjadi, hal ini yang membuatnya paling miris. Apa yang dicari oleh mereka dari semua itu? Seharusnya mereka semua tak perlu memaksakan diri. Bila harus tahlilan dan menyajikan makanan untuk yang hadir, bisa saja mereka pakai bahan lain yang lebih murah. Jum ingin usul, pakai telur misalnya, bisa dapat banyak. Satu krat isi 150 telur, harganya sekitar 150 ribu rupiah saja. Untuk membuat 200 tenong, sudah cukup beli satu setengah krat, atau dua mungkin. Agar bisa ada sisa untuk yang membantu memasak nanti. Dan untuk keluarga. Harganya pun tak mahal..

Tapi Jum cuma bisa menelan itu semua di dalam. Tak ada gunanya berdebat dengan orang-orang yang tak bisa didebat. Jauh di dalam hatinya Jum membatin, ibu mertua yang tidak punya apa-apa, sudah meninggal, masih saja dipertengkarkan seperti ini. Tidak dilepas dengan damai. Apalagi kalau misalnya si ibu punya harta, biar cuma sepetak tanah. Pasti sudah sepetak tanah itu dibuat rebutan…

Akhirnya, acara itu pun terlaksana. Dengan menyembelih satu kambing seharga 1,1 juta rupiah. Yang uangnya didapatkan dari patungan. Jum dan suaminya meminjam uang ke rentenir desa sebesar 200 ribu rupiah, yang akan dicicil setiap minggu dengan bunga 10%. Sudah tidak ada jalan lagi. Hanya itu satu-satunya yang mungkin.
Dan dengan 200 tenong yang dibikin, setiap tenongnya mendapatkan satu iris kecil daging. Sisanya untuk mereka yang membantu memasak. Keluarga akhirnya tak dapat satu iris pun, karena memang sudah tidak ada sisa…

Selamat jalan, ibu..

Hidup memang tidak mudah. Tapi sesulit-sulitnya hidup yang kita jalani, masih ada orang lain yang lebih susah….

**plamongan indah, 5 Feb 2009***
wind

damai, kau dimana…
under: Current Affairs, Lifes
Tags: , ,

Older Posts »

Categories